Apa itu Front End Developer? Simak 10+ Skills Yang Harus Dikuasai (2022)

Apa itu Front End Developer

Hai, sobat kampusaja, kali ini saya akan membahas tentang apa itu front end developer, kemudian skills apa yang wajib kamu kuasai jika ingin menjadi front end developer.

Sesudah itu, saya juga akan membahas berapa gaji yang bisa kamu dapatkan ketika berkarier menjadi seorang front end developer.

Kita tahu bahwa tumbuhnya perusahaan rintisan baru membutuhkan talent yang terbaik untuk menjadi seorang front end developer.

Selain itu, karena perkembangan teknologi informasi yang cepat maka banyak perusahaan beralih menggunakan peran teknologi agar bisa bersaing dengan perusahaan lain.

Sehingga tidak heran banyak sekali perusahaan yang membutuhkan pekerjaan sebagai front end developer.

Sebelum membahas lebih lanjut mengenai skills yang wajib kamu kuasai, alangkah baiknya untuk mengenal apa itu front end developer sebenarnya.

Yuk simak ya!

# Apa itu Front End Developer?

Apakah kamu pernah melihat situs favoritmu seperti Facebook, YouTube, Google, Kompas, termasuk website ini dan lain-lain?

Pernahkah terpikirkan dalam benakmu bagaimana tampilan website seperti itu, bagaimana tombol-tombol dalam website tersebut bisa bekerja, dan mengapa mempunyai desain seperti itu?

Semua yang kamu lihat di situs yang kamu lihat merupakan hasil karya dari front end developer.

Front End Developer adalah seorang software engineer yang mengimplementasikan desain web melalui bahasa seperti HTML, CSS, dan JavaScript.

Jika kamu berkunjung ke website manapun maka kamu bisa melihat karya dari seorang front end developer termasuk bagian navigasi, layout, dan perbedaan tampilan dari smartphone dibandingkan tampilan komputer.

Sangat kompleks kan? Lantas, bagaimana tugas dari seorang front end developer?

# Apa Tugas dari Front End Developer?

Halaman dari suatu website terdiri dari sejumlah lapisan mulai dari struktur, data, desain, konten, dan fungsionalitas.

Sebagai front end developer, kamu akan melakukan integrasi terhadap bahasa markup, desain, dan framework sehingga bisa menciptakan produk yang bisa dilihat, diklik, dan bisa berinteraksi dengan pengguna.

Di samping itu, kamu harus mempunyai jiwa yang kreatif dan paham teknologi.

Singkatnya berikut ini beberapa tugas dari seorang front end developer antara lain:

  • Menggunakan HTML, CSS, dan JavaScript sebagai senjata utama
  • Mementingkan user experience dalam pengembangan
  • Melakukan produksi dan maintenance situs website dan antarmuka dari aplikasi web
  • Menerapkan responsif design untuk tampilan mobile
  • Melakukan pengujian website dan melakukan perbaikan jika ada bug
  • Mengimplementasikan teknik SEO pada pengembangan website
  • Menerapkan cross-browser sehingga kompatibel untuk berbagai jenis browser

# Apa Saja Skills Dibutuhkan Untuk Jadi Front End Developer?

#1. Paham Konsep dari Front End

Front end web developer secara umum menggunakan bahasa kode untuk menulis kode dari sebuah website yaitu HTML, CSS, dan JavaScript.

Kode yang ditulis oleh front end developer akan berjalan pada browser pengunjung website, atau dikenal dengan client-side.

Berbanding terbalik dengan Back End Developer yang menjalankan kode pada sisi server, biasanya menggunakan PHP, Python, Ruby, dll.

Selain itu, ada juga profesi yang menggunakan kombinasi dari front end developer dan back end developer secara bersamaan disebut dengan Full Stack Developer.

#2. HTML dan CSS

Sebelum kamu memulai jalur karier sebagai front end developer maka harus menguasai kode dengan menggunakan HTML dan CSS.

HTML (HyperText Markup Languages) dan CSS (Cascading Style Sheets) merupakan hal  paling dasar dari kode website.

Maka dari itu, sebelum kamu memulai karier sebagai seorang front end developer maka harus menguasai HTML dan CSS.

#3. JavaScript

JavaScript saat ini merupakan salah satu bahasa pemrograman paling populer di dunia.

Pemrograman JavaScript menjadikan website mempunyai banyak fungsionalitas dan lebih banyak interaktif dibandingkan jika hanya menggunakan HTML dan CSS saja.

Pada dasarnya, JavaScript digunakan untuk membuat dan mengontrol halaman seperti pembaharuan real time, desain interaktif, maupun membuat game berbasis web.

#4. jQuery

jQuery, bukan sebuah bahasa pemrograman. Akan tetapi, jQuery merupakan kumpulan plugin dan ekstensi untuk mengembangkan website dengan JavaScript menjadi lebih cepat dan lebih sedikit kode.

Kelebihan jQuery adalah kamu bisa menggunakan kode lebih sedikit tanpa membuat kode JavaScript yang lebih banyak dan panjang.

Di samping itu, kamu bisa menggunakan semua fitur dari bahasa pemrograman JavaScript dengan menggunakan jQuery.

#5. Problem Solving

Skill problem solving atau pemecah masalah menjadi salah satu yang wajib untuk kamu kuasai ketika ingin menjadi seorang front end developer.

Misalnya, kamu harus mampu mencari tahu cara terbaik untuk implementasi desain, harus mampu memperbaiki jika ada bug yang muncul, hingga mencari tahu bagaimana kodemu bisa saling berkolaborasi dengan back end developer.

#6. Front End Frameworks

Ada banyak front end framework baik framework CSS maupun framework JavaScript.

Framework menjadikan proses koding dalam pembuat website menjadi lebih cepat dibandingkan mulai dari awal.

Kamu bisa mempelajari aneka macam framework populer seperti Bootstrap, MaterializeCSS, dan lain-lain.

Selain itu, sebagian besar perusahaan juga memberikan persyaratan dengan ekspektasi kamu menguasai dan mampu untuk menggunakannya.

#7. JavaScript Frameworks / Libraries

Bahkan saat ini pekerjaan front end developer yang terdapat pada lowongan pekerjaan akan memberikan spesialisasi seperti React JS Developer, Angular Developer, dll.

Banyak sekali framework JavaScript yang bisa kamu coba mulai dari Ember.js, Angular, Vue.js, React, dan lainnya.

Dengan menggunakan framework, tentunya akan membuat pengembangan aplikasimu menjadi lebih siap pakai dibandingkan mulai dari awal.

#8. Paham Konsep RESTful API

REST (Representional State Transfer) merupakan arsitektur komunikasi yang memakai protokol HTTP untuk pertukaran data yang mana metode ini sering digunakan dalam pengembangan aplikasi web maupun aplikasi mobile.

Selain itu, RESTful API merupakan penerapan dari API (Application Programming Interface).

Sehingga saat ini API akan membuat mudah dalam menghubungkan dan mengintegrasikan dengan aplikasi lain.

Sebagai seorang front end developer kamu harus punya kemampuan dalam menghubungkan data dari dan ke back end developer. Nah, maka dari itu sangat penting untuk memahami RESTful API.

#9. Responsive Design

Mengapa kamu perlu punya keahlian mobile dan responsive design sebagai seorang front end developer?

Perkembangan pengembangan website saat ini terus berkembang pesat. Selain itu, saat ini orang mengakses internet lebih banyak menggunakan perangkat mobile dibandingkan dengan perangkat komputer.

Jadi tidak heran sangat penting bagi perusahaan mempunyai kandidat front end developer dengan kemampuan desain yang responsif.

Responsive design menjadikan layout dari website akan berubah berdasarkan ukuran dari layar dan perangkat yang digunakan oleh pengunjung.

#10. CSS Prepocessors

CSS Prepocessors merupakan skills yang bisa digunakan oleh front end developer untuk koding CSS menjadi lebih cepat daripada menggunakan CSS dari awal.

Pengembangan menggunakan prepocessor akan menambahkan fungsionalitas tambahan ke CSS dan bisa dilakukan skalabilitas sehingga lebih mudah dilakukan.

Saat ini, ada dua prepocessor yang paling banyak diminati yaitu SASS dan LESS.

#11. Cross-Browser Development

Cross-browser bisa didedefinisikan sebagai kemampuan dari suatu situs web, aplikasi, atau kode untuk mendukung berbagai browser web yang sama.

Hal ini sangat penting mengingat saat ini banyak browser web yang digunakan untuk menjelajahi internet dan semuanya mempunyai standar yang berbeda.

Harusnya, pengunjung yang membuka internet dari Google Chrome, Firefox, dan Safari harus mempunyai tampilan yang sama.

Maka dari itu sebagai seorang front end developer harus memastikan kompatibilitas antar browser dari situs web dan aplikasi yang dikembangkan.

#12. Version Control System

Version control system merupakan platform atau tools yang memungkinkan untuk melacak perubahan kode dari waktu ke waktu.

Tools ini akan memudahkanmu untuk kembali ke kode versi sebelumnya jika terdapat kerusakan atau bug pada aplikasi.

Ada banyak version control system dalam pengembangan aplikasi antara lain Git, Mercurial, Fossil, dan lain-lain.

Namun kamu cukup menguasai satu saja. Untuk saat ini, version control system yang paling populer adalah Git.

Biasanya keterampilan menggunakan Git merupakan syarat mutlak untuk menjadi seorang front end developer untuk kolaborasi dalam tim developer.

#13. Debugging dan Testing

Sebagai seorang front end developer, kamu harus familiar dengan proses debugging dan testing.

Ada banyak macam pengujian pada front end mulai dari pengujian UI, pengujian browser, pengujian fungsional, sehingga kita bisa memastikan bahwa pengguna bisa benar-benar memakai aplikasi web dengan baik.

Selain itu, debugging menjadi hal sangat penting jika ada suatu kesalahan dalam pengembangan kode.

Di samping itu, debugging dan testing menjadi bagian kontribusi yang besar kepada user experience sehingga keterampilan ini sangat penting bagi front end developer.

# Cara Menjadi Front End Developer

Untuk berkarier menjadi seorang front end developer kamu bisa mengambil pendidikan kuliah di program studi Ilmu Komputer atau Teknik Informatika. Ini merupakan jalur yang paling banyak diambil.

Namun, saat ini gelar tidak terlalu diperlukan untuk menjadi seorang front end developer.

Untuk menjadi front end developer, minimal kamu harus paham tentang HTML, CSS, dan JavaScript.

Selain itu, kamu juga bisa mengambil coding botcamp maupun belajar mandiri dari course online yang tersedia dari internet.

Selanjutnya, untuk menjadi front end developer kamu harus tidak boleh berhenti belajar, karena perkembangan dunia web sangat berkembang pesat.

# Berapa Gaji Front End Developer?

Penasaran dengan gaji dari front end developer?

Berdasarkan data dari Glassdoor, gaji sebagai front end developer di perusahaan Jakarta mempunyai rata-rata sebesar Rp8,1 juta.

Gaji tersebut tentunya bisa berbeda tergantung level kamu, apakah kamu masih junior, mid-level, maupun senior level.

Gaji front end developer tersebut akan naik seiring pengalaman kamu dan jam terbang kamu selama berkarier di profesi ini.

# Apa Perbedaan dari Front End dan Back End Developer?

Secara umum, front end dan back end developer bekerja pada sisi yang berbeda dalam pengembangan aplikasi web.

Front end developer merupakan pemrogram yang berfokus pada elemen visual dari suatu situs web atau aplikasi web yang langsung berinteraksi dengan user (client side). Sedangkan back end developer berfokus pada pengembangan infrastruktur yang mendukung aplikasi website (server side).

# Kesimpulan

Demikian informasi tentang apa itu front end developer dan skills yang harus kamu kuasai untuk menjadi seorang profesional.

Apakah kamu semakin tertarik untuk menjadi seorang front end developer di perusahaan terkenal?

Jangan lupa untuk membagikan informasi tentang skills front end developer / front end engineer ini kepada teman-teman kamu yang membutuhkan melalui sosial media.

Semoga bermanfaat dan terima kasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.